Kunjungan Mendes Yandri Buka Dua Realitas Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengunjungi Desa Lenyek, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Senin, 13 April 2026. Kunjungan ini fokus pada pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Di satu sisi, Desa Lenyek sudah menetapkan buah naga sebagai komoditas unggulan. Di sisi lain, warga masih menghadapi masalah dasar seperti infrastruktur dan fasilitas pendidikan.
Desa Tematik Buah Naga Jadi Andalan Ekonomi
Yandri datang setelah mengetahui Desa Lenyek mengembangkan konsep desa tematik buah naga. Ia melihat peluang ekonomi dari sektor ini cukup terbuka.
Selain pertanian, desa ini juga memiliki potensi wisata. Kombinasi pertanian dan wisata dinilai bisa meningkatkan pendapatan warga jika dikelola dengan tepat.
Pemerintah pusat menyiapkan dukungan program. Fokusnya pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), pengembangan desa wisata, hingga peluang desa ekspor.
“Insya Allah dari Kementerian Desa nanti akan ada bantuan untuk Desa Lenyek. Kita ada program desa wisata, desa ekspor kemudian BUM Desa, pasar desa. Nanti saya bicara sama Pak Bupati, mana yang mau diutamakan,” kata Yandri.
Keluhan Warga: Jalan, Sekolah, dan Program Gizi
Dialog dengan warga mengungkap masalah mendasar. Akses infrastruktur masih terbatas. Fasilitas pendidikan juga belum memadai.
Di SD Lenyek, siswa disebut masih belajar di luar kelas karena kekurangan ruang belajar.
“Jadi di SD Lenyek Kecamatan Luwuk Utara katanya anak-anak sekolah ini belajar di luar kelas, tidak punya ruang kelas, jadi mohon Pak Abdul Mu’ti (Mendikdasmen) yang baik mohon SD Lenyek kita bantu biar anak-anak jadi orang hebat,” ujar Yandri.
Masalah lain muncul pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini belum berjalan di wilayah tersebut.
“Yang belum dapat MBG, ini Prof Dadan Kepala BGN, ternyata di kampung-kampung, di SD, di sekolah-sekolah Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai belum dapat MBG nanti bisa koordinasi dengan Pak Bupati untuk dibangun dapurnya nanti,” lanjutnya.
Koordinasi Lintas Kementerian Langsung Disiapkan
Menanggapi keluhan warga, Yandri menyatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian. Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum untuk infrastruktur, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk sekolah, serta Badan Gizi Nasional untuk program MBG.
Langkah ini ditujukan agar masalah dasar bisa diselesaikan seiring pengembangan potensi ekonomi desa.
Peran Daerah dan Pendampingan Pusat
Kunjungan ini juga melibatkan Bupati Banggai Amirudin dan jajaran forkopimda. Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik turut mendampingi.
Pemerintah daerah akan menentukan prioritas program bersama pemerintah pusat. Fokusnya menyesuaikan kebutuhan paling mendesak di Desa Lenyek.
Arah Kebijakan: Potensi Harus Jalan, Masalah Dasar Harus Selesai
Kunjungan ini menegaskan dua agenda berjalan bersamaan. Pengembangan desa tematik tetap didorong. Masalah dasar warga tidak ditunda.
Yandri menilai langkah turun langsung ke desa penting untuk memastikan program tepat sasaran. Ia berharap potensi lokal seperti buah naga bisa berkembang, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.




