spot_img
BerandaBERITAInvestasi Dikendalikan, Hutan Diselamatkan, Wagub Kalbar Serukan Aksi Nyata Lindungi

Investasi Dikendalikan, Hutan Diselamatkan, Wagub Kalbar Serukan Aksi Nyata Lindungi

spot_img
Beloyang – INVESTASI DIKENDALIKAN menjadi pesan kuat yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dalam peringatan Hari Bumi 2026. Ia menegaskan bahwa ekspansi investasi di Kalbar harus dihentikan pada titik tertentu demi menyelamatkan hutan yang tersisa.

HUTAN DISELAMATKAN menjadi fokus utama pemerintah daerah. Krisantus mengingatkan bahwa kondisi hutan di Kalbar saat ini semakin tertekan akibat aktivitas investasi yang terus meluas. Ia menilai, jika tidak dikendalikan, dampaknya akan merusak keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Investasi sudah cukup di Kalbar. Hutan tinggal sedikit. Mari kita jaga bersama,” tegasnya saat menghadiri peringatan Hari Bumi bertema Our Planet Our Power, Jumat (24/4/2026).

Peringatan Hari Bumi tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Expo Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) serta peluncuran Yayasan Prakarsa Alam Indonesia (Pranaraya), yang diharapkan menjadi penggerak baru dalam upaya konservasi lingkungan.

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN menjadi arah kebijakan yang ditegaskan Pemprov Kalbar. Krisantus menyatakan bahwa pembangunan ke depan harus berbasis lingkungan dan tidak lagi mengorbankan hutan.

Menurutnya, keseimbangan antara ekonomi dan ekologi adalah kunci utama. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong kebijakan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian alam.

Selain itu, Krisantus juga memberikan apresiasi kepada para pegiat lingkungan yang selama ini berada di garis depan menjaga hutan. Ia menyebut peran mereka sangat penting di tengah tekanan eksploitasi sumber daya alam.

“Saya beri semangat untuk para penjaga hutan. Perjuangan kalian penting,” ujarnya.

KOLABORASI LINGKUNGAN menjadi kunci keberhasilan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani, menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi harus menjadi pengingat bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem, bukan penguasa mutlaknya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga hutan dan lingkungan. DLHK Kalbar, kata dia, terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ini kerja bersama. Harus konsisten,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pranaraya, Rahmawati, menyebut momentum ini sebagai langkah awal yang strategis untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di Kalbar. Pihaknya menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami ingin memberi dampak nyata bagi bumi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Country Director Fauna & Flora Indonesia Programme, Cahyo Nugroho. Ia optimistis kehadiran Pranaraya dapat memperkuat upaya konservasi yang sudah berjalan.

Menurutnya, pendekatan yang berkelanjutan, adaptif, serta berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam menjaga hutan Kalimantan Barat tetap lestari.

“Harus berkelanjutan, adaptif, dan berpijak pada kearifan lokal,” pungkasnya.

spot_img
IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini