Beloyang – Sinergi PKK–OPD Kalbar menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis keluarga. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang berlangsung di Orchardz Hotel Gajah Mada.
Rakor Sinergi PKK–OPD Kalbar ini difokuskan pada penyelarasan program kerja lintas sektor untuk perencanaan tahun 2026. Tujuannya jelas, yaitu memastikan tidak ada lagi program yang berjalan sendiri atau tumpang tindih, melainkan terintegrasi secara efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa forum ini menjadi momen penting dan bersejarah. Ia menyebut pertemuan komprehensif antara PKK dan seluruh OPD di tingkat provinsi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.
“Kehadiran PKK bukan untuk mengambil alih peran teknis OPD, tetapi untuk memperkuat kolaborasi. Kita ingin menyatukan langkah dan mengintegrasikan anggaran serta program yang memiliki irisan agar hasilnya lebih efektif,” tegasnya.
Dalam Rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada empat Kelompok Kerja (Pokja) utama TP-PKK yang akan disinergikan dengan dinas terkait.
Pokja 1 menitikberatkan pada penguatan nilai Pancasila, pembentukan karakter keluarga (Paredi), peningkatan kesadaran hukum, serta perlindungan perempuan dan anak sebagai isu prioritas.
Pokja 2 berfokus pada pendidikan keluarga dan pemberdayaan ekonomi melalui UP2K, koperasi, UMKM, serta pemanfaatan digitalisasi. Pokja ini juga menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang saat ini berada di peringkat 30 dari 38 provinsi, melalui penguatan peran Bunda PAUD dan sinkronisasi data kependudukan bersama Disdukcapil.
Pokja 3 menggarap ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi pekarangan dengan program “Aku Hatinya PKK”, sekaligus mendorong tata kelola rumah tangga yang adaptif terhadap perubahan.
Pokja 4 menitikberatkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta edukasi kesehatan remaja melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BKKBN.
Setelah sesi arahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis melalui desk sinkronisasi program. Para peserta secara langsung membahas dan merumuskan langkah konkret di masing-masing Pokja untuk memastikan implementasi berjalan tepat sasaran.
Seluruh hasil kesepakatan dalam Rakor ini akan dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Barat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Sinergi PKK–OPD Kalbar diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera. Dengan pendekatan kolaboratif ini, pembangunan daerah diyakini akan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.




